Jul 05

Apalah arti selembar kertas….? Mungkin hanya mengotori meja kerja, siap di remas dan dibuang. Mungkin dengan “bersayap” kita bisa merenungkan apa filosofi yang terkandung dalam “selembar kertas”. Dalam selembar kertas pasti punya 2 muka (halaman) tidak kurang dan tidak lebih, refleksikan diri kita dengan “selembar kertas” yang hanya bisa kita tulis 1 muka (diri kita) dan muka sebaliknya adalah orang lain yang hanya bisa ditulis oleh orang lain dalam kita berinteraksi. Kita berinteraksi pasti akan mencapai kesimpulan atau kesepakatan, entah itu deal or no deal. Kesimpulan atau kesepakatan yang terjadi dalam “selembar kertas” haruslah berdasar pada “selembar kertas” 2 muka jangan hanya 1 muka. Kesimpulan 1 muka akan menimbulkan kontroversi, karena kita hanya melihat diri kita saja, belum pendapat atau alasan orang lain. Kesimpulan 1 muka adalah kesimpulan ego seseorang, kesimpulan 2 muka adalah kesimpulan atau kesepakatan dari interaksi kedua belah pihak.

Sungguh sangat bijak jika kita benar-benar dapat merefleksikan hal ini, sehingga Win-win solution akan tercapai dengan kepuasan yang optimal. Kita bisa menghargai orang lain dengan alasan-alasannya yang pasti punya tujuan dan harapan. Alangkah ego-nya jika kita sudah memutuskan suatu kesimpulan atau kesepakatan hanya berdasar 1 muka.

Alasan seseorang yang terkadang tidak bisa kita terima, tetapi kalau kita mengupas lebih dalam ”kenapa” alasan itu bisa terjadi tentu akan membuat kita lebih bijak. Banyak pertimbangan salah satunya adalah kultur budaya daerah, lebih spesifik lagi budaya kampung atau keluarga

Jul 02

My Red Sandal\'sHampir 3 minggu aku gak dikantor karena tugas luar. Ternyata ketika aku masuk kantor dan cari sandal kesayanganku (yg setia menemaniku ke masjid di kantor) sudah gak ada di tempat parkirnya. Ya…. akhirnya aku beli lagi sandal dan aku registerkan dengan cap telapak jari kaki trade mark ku, hi..hi..hi..

Bye bye my orange sandal & Welcome my Red Sandal

May 27

My House 4 hours after “EQ day”

2 years ago

“In Memoriam Balai Desa Jagalan Kotagede”

10 Days after “EQ day”

May 27

Pembicara:
- Kombes Petrus R. Golose (Kepala Unit Cyber Crime - BARESKRIM POLRI)
- Andy Noorsaman Sommeng (Dirjen HKI - Departemen Hukum dan HAM)
- Anjar Hardiena (Pengusaha Warnet)
- Arief Mudatsir Mandan (DPR)
- Donny A. Sheyoputera (BSA)

Moderator: Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Aplikasi Telematika - Depkominfo

“Nothing in this life free…….”

May 27

SORRY belum ada Comment

May 24

Hari kebangkita Nasional kali ini yang bertepatan dengan hari libur nasional aku rayakan dengan menggenjot sepeda dengan track selatan. Kebetulan yang aku tuju adalah Gua Selarong, Gua yang menjadi saksi perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajahan Belanda. Sebenarnya 90 % track aspal, baru memasuki daerah Bibis (Kasihan) markas P. Harto masa gerilya dulu semasa clash ke-2 jalan mualai naik turun, apalagi kalau lewat daerah Karebet (tempat pengrajin batik topeng) jalan naiknya agak extrim.

Sesampainya kami di area Gua Selarong, tidak lama kemudian datang rombongan dari daerah Kretek Bantul (beberapa KM utara pantai Parangtritis) yang kebanyakan mantan guru dan kepala sekolah. Kita sempat ngobrol dan cerita-cerita keadaan dan kondisi sekarang ini terkait dengan isu kenaikan BBM dan sebagainya.  Itulah sedikit obrolan kami di pagi hari sambil leyeh-leyeh istirahat di gua Selarong.

May 23

“Alhamdulillah…….,” namaku dipanggil oleh Mr. Ong Choon Tee (Head of Solutions Sales, Apple South Asia) aku segera maju utk mendapatkan Lucky Draw berupa IPod Nano 4 GB. Teman-temanku teriak “Akhirnya lu dapat juga ………………..”, Ada beberpa teman ku yang terlihat agak kecewa setelah nama-nama mereka tidak disebut. Pada tahap pertama pengundian lucky draw beberapa temanku mendapatkan iPod Shuffle 1 GB, setelah itu ada coffee break dan dilanjutkan sesi tanya jawab, lalu pengundian lucky draw tahap 2, sahabatku SMA 7 mas Redy Basuki mendapatkan iPod Shuffle, “He..he..he.. lumayan, seminarnya gratis, makan siang gratis, dapat iPod lagi…….” setelah sekitar 10 iPod shuffle di bagikan, kemudian ada 3 iPod Nano 4 GB yang di jadikan Grand Lucky Draw dari acara seminar “Apple in Education for Hi-Ed” tanggal 15 Mei 2008 kemarin. Ternyata……….. namaku disebut oleh Mr. Ong Choon Tee (Head of Solutions Sales, Apple South Asia) padahal saat itu aku nggak “ngeh” karena aku baru diskusi dengan dr. Rivan (PMPK FK-UGM) dan dokter pengisi sesi seminar dari RSCM. Wah langsung bersyukur dan tersenyum aku mendapatkan lucky draw yang benar-benar tidak terduga ini, ” Alhamdulillah……… “.

Special Thank’s for Apple Asia (Mr. Ong Choon Tee, Mr. Junior Tan, Mr. Benjamin Khoo); eStore (mb Susi, Michael); Emax (Rizky)

May 14

“Waduh sudah jam 05.30, kelamaan “nyetel” sepedaku nich”. Dalam hatiku karena aku masih harus menempuh kurang lebih 60 menit untuk mencapai cek point satu di perempatan Monjali. Akhirnya aku keluar rumah pukul 05.40 langsung ngebut ke titik cek point pertama dan perjalanan yang seharusnya 60 menit bisa aku pangkas 40 menit, padahal jaraknya sekitar 10 KM. Tepat pukul 06.30 aku sampai di cek point pertama dan ternyata sudah ditunggu kawan-kawanku, dan kami langsung start ke pakem dengan pedoman “No Route”. Inilah “Salah spesifikasi sepedaku” karena sepedaku yang untuk City road dipaksakan utk medan semi off road, walaupun garpu depan sudah aku ganti dengan shok breaker.

Pada awalnya memang sepedaku merajai ketika masih di track aspal, tetapi ketika mulai memasuki track semi off road, mulai terlihat kalau sepedaku tidak bisa optimal, terlihat dari jenis ban kecil (tipis) yang terasa sangat keras. Apalagi tidak didukung oleh tangan kiriku terkadang nyeri setelah di operasi, jadi performaku tidak bisa fit untuk bersepeda.

Akhirnya Chek point ke-2 adalah sarapan, di Warung as Merah Lombok Ijo, dengan menu kuliner khas jawa. Tetapi emang gue pikirin, yang penting bisa sepedaan,……he…he…he…,

May 14

“Wow… rasanya lain” adalah komentarku pertama kali setelah mencoba kuliner ini. Ketika ada tugas di Tuban Jawa Timur, menu makan siang di Hotel Mustika Tuban tempatku menginap yang sekaligus sebagai tempat acara Lokakarya “Perumusan Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Publik Tingkat Kabupaten Tuban Dalam  Menangani Bencana” menyuguhkan menu “Sup Gulai Kepiting” yang baru pertama kali aku lihat dan aku coba. Rasanya memang beda, unik memang seperti gulai ikan tapi lebih ” mak nyussss”…….

May 06

Disaat kampanye “Bike to work” semakin semarak dan semakin banyak yang mengikuti jejak bike to work ini. Tetapi di salah satu sudut daerah, kita tidak perhatikan “pejuang-pejuang kehidupan” yang menggunakan sepeda untuk mendukung hidup mereka. Sepeda bagi mereka adalah sarana yang sangat vital untuk bekerja. Berbahagialah kita yang bersepeda untuk bersenang-senang, dengan sepeda kita yang terkadang harganya seperti untouchable bagi mereka. Bagi para “pejuang kehidupan” ini kenyamanan bersepeda adalah nomor banyak, bagi mereka yang paling penting adalah kekuatan angkut sepeda.

Didalam pikiran mereka adalah bagaimana mereka berusaha agar dapur tetap “ngebul” dan anak-anak mereka tetap bisa sekolah. Mungkin sepeda kita sudah hancur berkeping-keping jika mengangkut beban seperti mereka, belum lagi kekuatan yang harus mereka keluarkan untuk mendorong sepeda yang sarat dengan beban ini. Sungguh suatu realita kehidupan di jaman sekarang ini dimana sepeda sudah dibuat dari bahan Pesawat Luar Angkasa yang harganya kadang tidak masuk akal, tetapi di sudut lain sepeda adalah alat angkut yang bebannya terkadang tidak masuk akal.