<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Must Be More</title>
	<atom:link href="http://bimo.sabak.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bimo.sabak.org</link>
	<description>"Ngumpulke balung pisah Sevener's &#38; Penyebar virus Bike to Work......"</description>
	<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 05:33:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pencerahan &#8220;Prinsip 90/10&#8243;</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=200</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=200#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 05:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips &amp; Trick's]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;PRINSIP 90/10&#8243;
(STEPHEN COVEY)
Bagaimana prinsip 90/10 itu?
- 10% dari hidup Anda terjadi karena apa yang langsung Anda alami.
- 90% dari hidup Anda ditentukan dari cara Anda bereaksi.

Apa Maksudnya?
“Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri Anda.”
Contohnya:
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;PRINSIP 90/10&#8243;<br />
(STEPHEN COVEY)</strong></p>
<p>Bagaimana prinsip 90/10 itu?<br />
- 10% dari hidup Anda terjadi karena apa yang langsung Anda alami.<br />
- 90% dari hidup Anda ditentukan dari cara Anda bereaksi.<br />
<strong><br />
Apa Maksudnya?</strong><br />
“Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri Anda.”</p>
<p>Contohnya:<br />
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini. Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.</p>
<p><strong>Bagaimana caranya?</strong></p>
<p>Dari cara reaksi Anda !!!.<br />
Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi Anda……!!!</p>
<p><strong>Marilah Kita lihat contoh di bawah ini:</strong></p>
<p><strong>KONDISI:</strong><br />
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak Anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram dan Kotor.<br />
Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi ???</p>
<p><strong>Reaksi Anda (1):</strong></p>
<p>Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir di ujung meja.<br />
Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan bis. Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 Km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.<br />
Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.<br />
Setelah tiba di kantor di mana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah.<br />
Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah. Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.</p>
<p><strong>Mengapa ? </strong><br />
Karena cara Anda bereaksi pada pagi Hari.</p>
<p><strong>Mengapa Anda mengalami Hari yang buruk ?*</strong><br />
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?<br />
2. Apakah penyebabnya karena anak Anda ?<br />
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?<br />
4. Apakah Anda penyebabnya ?</p>
<p>Jawabannya adalah No. 4 yaitu <strong>penyebabnya adalah ANDA SENDIRI !!!</strong><br />
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.</p>
<p>Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya Anda sikapi :</p>
<p><strong>Reaksi Anda (2):</strong><br />
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut :<br />
&#8220;Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya.&#8221;<br />
Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan: &#8220;Sampai jumpa makan malam nanti.&#8221;<br />
Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staf anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan Hari Anda di kantor.<br />
<strong><br />
Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut?</strong><br />
2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.</p>
<p><strong>Mengapa?</strong><br />
Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi ! Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari Reaksi Anda sendiri.</p>
<p>Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.<br />
Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda:<br />
-    Kehilangan teman,<br />
-    Dipecat,<br />
-    Stress,<br />
-    Dan lain-lain yang merugikan.</p>
<p>Bagaimana reaksi Anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor? Apakah anda akan marah? Memukul stir mobil? Memaki-maki?<br />
Apakah tekanan darah anda akan naik cepat?<br />
Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda ? Cobalah ingat prinsip 90/10, dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat terselesaikan.<br />
Contoh lain:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>- Anda dipecat.</strong><br />
Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir? Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.</p>
<p><strong>- Pesawat terlambat.</strong><br />
Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.</p>
<p>Sekarang Anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan. Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.<br />
Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Sikapilah segala sesuatu dengan hati yang lemah lembut, selalu positive - thinking, beraksilah secara positif, bukalah hati kita untuk saling mengampuni, dan berikanlah senyummu setiap hari niscaya hidup itu akan terasa indah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=200</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>In Memoriam My Soulmate Tjap Bekitjot&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=199</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=199#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 07:13:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CHSM Cyclist Community]]></category>

		<category><![CDATA[Tjap Bekitjot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 8 bulan dirimu menemani ke semua arah yang dituju, dalam suka maupun duka, dalam segala halangan dan rintangan. Awal bulan Juli 2008 bertepatan dengan Reuni Akbar I SMA 7 YK, kamu hadir dan menemani segala petualangan yang terkadang membuat orang geleng kepala. Kehadiranmu adalah buah dari tetesan keringat yang  yang terkumpul menjadi sebuah bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sudah 8 bulan dirimu menemani ke semua arah yang dituju, dalam suka maupun duka, dalam segala halangan dan rintangan. Awal bulan Juli 2008 bertepatan dengan Reuni Akbar I SMA 7 YK, kamu hadir dan menemani segala petualangan yang terkadang membuat orang geleng kepala. Kehadiranmu adalah buah dari tetesan keringat yang  yang terkumpul menjadi sebuah bentuk yang berwujud. Sempat aku tinggalkan dirimu beberapa saat dalam kesepian, dalam dingin yang menyelimuti, tiada yang berani menyentuhmu. Kamu adalah sebuah lambang dari rasa prihatin atas dunia ini yang mulai semakin aneh dan tidak menentu cuacanya. Beberapa saat lagi sebenarnya kamu akan melewati masa 2500 Km yang sebenarnya adalah fantastis dalam usiamu yang masih sangat belia. Tapi kenyataan berkata lain, keegoisanku membuat dirimu pergi meninggalkanku, hanya pandangan sedihmu yang masih terngiang dalam benak dan pikiranku. Maafkan aku&#8230;., maafkan atas perbuatanku ini.  Bukan maksud hatiku untuk melepaskanmu, tidak akan pernah bisa aku melupakanmu, jasa baikmu, kenangan bersamamu. Keceriaan bersamamu akan selalu terpatri dalam hatiku. Harapanku adalah semoga kamu menemukan sesosok orang yang lebih baik dari diriku, yang lebih sempurna seperti harapan yang  pasti. Good Bye My Soulmate Tjap Bekitjot&#8230;&#8230;, Selamat Jalan, maafkan aku tidak bisa menemanimu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=199</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fasilitas di Bandara Polonia Medan dan Sultan Iskandar Muda Aceh</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=197</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=197#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 18:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 22 kemarin, ketika aku akan menunggu pesawat di Bandara Polonia Medan dari jam 12 siang sampai jam 19.35 sudah terbayang kebosanan yang akan timbul jika menunggu selama itu. Sebenarnya ada alternatif jalan-jalan di kota Medan, tetapi rasanya aku sangat malas sekali apalagi aku lagi mengikuti program diet &#8220;Kencangkan Ikat Pinggang&#8221; he..he..he&#8230;
Ketika menunggu Cek In [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tanggal 22 kemarin, ketika aku akan menunggu pesawat di Bandara Polonia Medan dari jam 12 siang sampai jam 19.35 sudah terbayang kebosanan yang akan timbul jika menunggu selama itu. Sebenarnya ada alternatif jalan-jalan di kota Medan, tetapi rasanya aku sangat malas sekali apalagi aku lagi mengikuti program diet &#8220;Kencangkan Ikat Pinggang&#8221; he..he..he&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika menunggu Cek In Lion Air, daripada bengong aku iseng-iseng cari colokan listrik yang ternyata ada di depan ruang Cek In. Setelah beberapa pekerjaan selesai iseng aku hidupkan WIFI laptopku, &#8220;Wah ternyata hotspot area nech&#8230;.&#8221; dan ISP hotspot itu adalah TELKOMHotspot dan ternyata free connected, Asyik&#8230;&#8230; tidak terlalu bosan ketika menunggu pesawat nech. Ternyatanya lagi, kenceng wifinya, malah aku sempat download update nya Mac yang 250 MB hanya butuh waktu 1 jam, &#8220;Kuenceng&#8230;.. tenan&#8230;..&#8221;, tapi ada beberapa situs yang di blok seperti Multiply (supaya gak download gambar kalee ya&#8230;.)</p>
<p style="text-align: justify;">Jam 17.00 sore hujan sangat deras di Medan sehingga beberapa pesawat nyaris tidak jadi turun di Polonia, tapi sekitar jam 18.30 hujan mulai agak mereda sehingga pesawat-pesawat mulai mendarat dan parkir tidak jauh dari ruang tunggu penumpang sehingga terlihat pesawat mana yang sudah datang atau belum. Sekitar jam 19.30 akhirnya pesawatku tiba dan mulai memuat Cargonya, &#8220;Waduh masih hujan cargo sudah mulai dibongkar&#8230;&#8230;..&#8221;, padahal terlihat kendaraan pengangkut cargonya tidak memakai penutup. &#8220;Wah aku khawatir dengan cargoku, padahal ada 1 dus isi printer, waduh&#8230;&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya pukul 22.05 aku sampai di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh. Kondisi masih hujan walaupun tidak terlalu deras. Sambil menunggu kopor yang lewat &#8220;ban berjalan&#8221; cargo aku lihat-lihat cargo penumpang lain yang lewat di depanku. Ternyata selain kopor dan kotak / dus yang basah kuyup, aku lihat ada beberapa kardus makanan yang berlubang dan isinya yang hilang. Sedangkan koporku sendiri basah kuWah sangat mengecewakan sekali, padahal aku yakin roti-roti yang kardusnya belubang itu pasti untuk oleh-oleh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kejadian itu sebenarnya pihak mana yang harus bertanggung jawab atas masalah ini ?,  Bandara Medan, Bandara Aceh, Pihak Cargo Medan, Cargo Aceh, atau pihak perusahaan Penerbangan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=197</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata aku menemukan plat nomor AB di Meulaboh Aceh Barat</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=195</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=195#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 11:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku jalan sore hari sekitar jam 19.00 yang tujuannya mau beli sikat gigi dan camilan di sekitar hotel Tiara Meulaboh. Secara tidak sengaja aku melihat sebuah mobil Ford D-Cab warna dark silver melintasiku dan tidak sengaja aku melihat plat nomor mobil itu&#8230;.. AB. Sebuah keterkejutan tersendiri bagiku yang sudah 1,5 bulan bertugas di NAD, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="margin: 3px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/plat-ab.jpg" alt="" width="300" height="225" />Ketika aku jalan sore hari sekitar jam 19.00 yang tujuannya mau beli sikat gigi dan camilan di sekitar hotel Tiara Meulaboh. Secara tidak sengaja aku melihat sebuah mobil Ford D-Cab warna dark silver melintasiku dan tidak sengaja aku melihat plat nomor mobil itu&#8230;.. AB. Sebuah keterkejutan tersendiri bagiku yang sudah 1,5 bulan bertugas di NAD, &#8220;Wah ada yang sedaerah juga rupanya&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;. Tapi mobil dengan kaca agak gelap itu melintas dengan agak kencang dan terlihat agak terburu-buru di persimpangan DPRD Meulaboh itu, selintas aku melihat pengemudinya seorang perempuan berkacamata&#8230;. &#8220;Barangkali aku kenal&#8221; batinku.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam 20.00 pintu kamarku diketuk, dan ternyata timku dari Jogja mau makan malam, kebetulan aku sudah selesai mandi dan gosok gigi. Kemudian aku tinggal pakai celana panjang saja dan ternyata masih menunggu teman dari YEU Meulaboh yang sudah OTW untuk menemani kami makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak lama menunggu mereka pun datang, dan ada beberapa orang yang aku kenal, diantaranya dr. Marie dan dr. Baruno. Ketika kami menuju tempat parkir mobil aku melihat mobil ber plat AB ada disitu, &#8220;Eh mobil siapa ini ? tanyaku, kemudian teman-teman dari YEU bilang bahwa itu mobil dinas YEU MBO. Langsung aku bilang, &#8220;Jadi tadi yang naik mobil sekitar sejam yang lalu siapa..? dr Marie&#8230;? dr. Marie senyam-senyum. Woalah&#8230; ternyata aku kenal pengemudinya&#8230;&#8230;.. he..he..he.., Ternyata di Meulaboh masih ada orang Jogja yang aku kenal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=195</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah si Santa Cruz Chameleon 7005</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=186</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=186#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 04:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CHSM Cyclist Community]]></category>

		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Special Thank&#8217;s for Jasmeen and Om Dedy






]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Special Thank&#8217;s for Jasmeen and Om Dedy</p>
<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 3px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/page_1.jpg" alt="" width="450" height="637" /></p>
<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 3px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/page_21.jpg" alt="" width="450" height="637" /></p>
<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 3px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/page_3.jpg" alt="" /></p>
<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 3px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/page_4.jpg" alt="" width="450" height="637" /></p>
<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 3px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/page_5.jpg" alt="" width="450" height="637" /></p>
<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 3px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/page_6.jpg" alt="" width="450" height="637" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=186</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangkep Tigang nDoso Dinten Wonten Paran&#8230;..</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=184</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=184#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 04:45:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<category><![CDATA[Kabudayan Jawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Sampun tigangdoso dinten, kulo ngayahi tugas wonten paran. Banda Aceh&#8230;, meniko paran ingkang kasebat lan kulo jujug saking Ngayogya. Sak jatosipun meh sami antawis kitho Banda Aceh meniko kalian Ngayogya, kithonipun mboten patos wiyar, antawis sak kitho Ngayojo nanging mboten kalebet kabupaten Sleman lan Mbantul, saking pinggir ngantos pinggir antawis namung 7-8 kilometer. Kitho Banda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/atjeh-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-185" style="margin: 3px; float: left;" title="atjeh-1" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/atjeh-1-300x225.jpg" alt="" width="276" height="207" /></a>Sampun tigangdoso dinten, kulo ngayahi tugas wonten paran. Banda Aceh&#8230;, meniko paran ingkang kasebat lan kulo jujug saking Ngayogya. Sak jatosipun meh sami antawis kitho Banda Aceh meniko kalian Ngayogya, kithonipun mboten patos wiyar, antawis sak kitho Ngayojo nanging mboten kalebet kabupaten Sleman lan Mbantul, saking pinggir ngantos pinggir antawis namung 7-8 kilometer. Kitho Banda Aceh meniko kelebet resik wonten lingkungan, amargi wonten peraturan ingkang kasebat Qanun ingkang njelasaken menawi bebucal sampah sak nggen-nggen saget dipun dendo. Ugi wonten Propinsi Nanggroe Aceh Darusallam meniko tiyang setri utaminipun ingkang sampun aqil baliq kedah ngagem pengagem muslim utawi jilbab, wonten panggenan ingkang khusus sak umpami mlebet wonten pekarangan Masjid Raya Baitturahman tiyang setri kedah ngagem jilbab. Wonten Banda Aceh kathah masakan ingkang khas, namung wonten mriki meh sedoyo masakan pedes. Kathah rencang ingkang crita menawi wonten Banda Aceh mesthi ngagem sakit padharan amargi mboten biasa nedha ingkang pedes lan panas bumbunipun (  <span style="color: #0000ff;"><em>http://bimonur.multiply.com/photos/album/17/Kuliner_Banda_Aceh-1</em></span> ). Kulo kemawon betah wedal sekawan minggu kagem ngepasken padharan supados saget nedhi ingkang leres lan mboten murus-murus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=184</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Upss&#8230;. sorry&#8230;..</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=179</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=179#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 04:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku kuliner di sebuah resto di bilangan Ulee Lee Banda Aceh yang menu spesialnya adalah Sea food ada sebuah kejadian lucu yang merugikan pihak resto. Setelah pesanan kami datang yang terdiri dari Udang, Cumi dan Kepiting, yang membuat perut semakin &#8220;nendang&#8221; karena &#8220;smell taste&#8221; nya yang &#8220;Wooouuu&#8230;&#8230;&#8221;, dan kita harus meminjam peremuk cangkang kepiting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/dsc00524.jpg" alt="" width="450" height="338" />Ketika aku kuliner di sebuah resto di bilangan Ulee Lee Banda Aceh yang menu spesialnya adalah Sea food ada sebuah kejadian lucu yang merugikan pihak resto. Setelah pesanan kami datang yang terdiri dari Udang, Cumi dan Kepiting, yang membuat perut semakin &#8220;nendang&#8221; karena &#8220;smell taste&#8221; nya yang &#8220;Wooouuu&#8230;&#8230;&#8221;, dan kita harus meminjam peremuk cangkang kepiting karena ada beberapa bagian yang belum di remukkan. Kemudian ketika aku mecoba meremukkan cangkang capit, ternyata Tang peremuknya gak kuat dan patah&#8230;.., P. Tjahjono dan P. Dwi langsung komentar &#8220;wah pake tenaga dalam nih..&#8221; kemudian aku jawab aja &#8220;Iya nih Pak, tenaga dalam karena sudah kelaperan&#8230;&#8230; he..he..he..&#8221;. Eh ternyata kejadian ini hampir terulang lagi karena tang yang ke dua peyot (untung belum patah), nyaris ada korban kedua. Sori Banda Sea Food aku merusakkan Tang Peremuk Cangkangnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="margin: 1px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/kepitingladahitam.jpg" alt="" width="150" height="113" /><img class="alignleft" style="margin: 1px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/cumi.jpg" alt="" width="150" height="113" /><img class="alignleft" style="margin: 1px; float: left;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/11/udang.jpg" alt="" width="150" height="113" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=179</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perkenalanku dengan Cyclist di Aceh&#8230;&#8230;&#8230; (Part 2)</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=177</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=177#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 15:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CHSM Cyclist Community]]></category>

		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Karena kebetulan aku baru ada acara sehingga buat say hello di YM aja gak sempet aku sempet juga kebingungan cari sepeda. Kebetulan ada nTe Ria yang yang lagi OL dan jagonya ngelobi kemudian aku minta tolong nTe Ria supaya dihubungkan dengan om Dedy supaya ada link pinjaman sepeda di Banda. Beberapa saat kemudian aku di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/10/b2w-aceh.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-178" style="margin: 5px;" title="b2w-aceh" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/10/b2w-aceh-300x225.jpg" alt="" width="306" height="287" /></a>Karena kebetulan aku baru ada acara sehingga buat say hello di YM aja gak sempet aku sempet juga kebingungan cari sepeda. Kebetulan ada nTe Ria yang yang lagi OL dan jagonya ngelobi kemudian aku minta tolong nTe Ria supaya dihubungkan dengan om Dedy supaya ada link pinjaman sepeda di Banda. Beberapa saat kemudian aku di SMS om Dedy supaya menghubungi om Catur dan om Indra . Akhirnya dapat kepastian kalau sepeda itu ada dan ready untuk dipakai. Legalah rasanya aku, akhirnya bisa juga genjot ikut “Sepeda Jejak Budaya”.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih banget Om Indra atas sepedanya, terima kasih om Dedy atas linknya di Banda Aceh. Dan juga special thank’s buat nTe Ria yang dengan gigih “mencarikan” sepeda dari jarak jauh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=177</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perkenalanku dengan Cyclist di Aceh&#8230;&#8230; (part 1)</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=175</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=175#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 17:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CHSM Cyclist Community]]></category>

		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[
OON (ora oleh nesu); Anda benar&#8230;.., itu adalah kata-kata yang sering kita dengar ketika rekan-rekan &#8220;ONE LESS CAR&#8221; sedang menggenjot sepeda pada minggu pagi. Penuh canda dan ke isengan yang tidak terlupakan. Ada pengalaman yang membuat aku menjadi sangat-sangat rindu bersepeda, semalan ada teman lamaku yang kebetulan bertugas juga di Banda Aceh mengajakku minum kopi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border: 5px solid black; float: left; margin: 2px;" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/10/mtb-pertama-yg-aku-lihat-di-aceh.jpg" alt="" width="400" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;">OON (ora oleh nesu); Anda benar&#8230;.., itu adalah kata-kata yang sering kita dengar ketika rekan-rekan &#8220;ONE LESS CAR&#8221; sedang menggenjot sepeda pada minggu pagi. Penuh canda dan ke isengan yang tidak terlupakan. Ada pengalaman yang membuat aku menjadi sangat-sangat rindu bersepeda, semalan ada teman lamaku yang kebetulan bertugas juga di Banda Aceh mengajakku minum kopi di kedai kopi de Helsinky yang tidak jauh dari tempatku, tidak lama kemudian datang dua orang bersepeda MTB, kemudian disusul beberapa temannya. &#8220;Wah ternyata ada juga penggemar sepeda di Aceh ini&#8230;.&#8221;, kemudian aku beranikan diri dengan gaya cuekku berkenalan dengan teman-teman cyclist yang ternyata ada yang berasal dari Jogja dan ternyata rumahnya gak jauh dari rumahku. Saat itu juga aku diberi leaflet sepeda gembira yang bertajuk &#8220;Sepeda Jejak Budaya&#8221; yang diadakan tanggal 18 Oktober &#8216;08. Kesempatan yang bagus untuk lebih mengenal kota Banda Aceh dan tempat-tempat bersejarahnya, juga mengenal teman-teman penggemar sepeda di kota ini. Kemudian aku berpikir, &#8221; Ntar gue dapet sepeda dari mana ya&#8230;.?&#8221; sempat berkecamuk dalam pikiranku hal yang sangat mendasar dalam bersepeda. Aku coba hubungi nTe Nir Goweserwati yang akses dengan komunitas sepeda sangat luas di Indonesia, dan dikenalkan sama om Dedy Setiadi dedengkotnya ABC yg kebetulan baru mudik di Depok. Dari om Dedy ini aku mendapat akses masuk ke komunitas ABC (Atjeh Bicycle Community), &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; (bersambung)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=175</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih Sambutannya&#8230;&#8230;, terima kasih&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://bimo.sabak.org/?p=173</link>
		<comments>http://bimo.sabak.org/?p=173#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 07:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bimo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimo.sabak.org/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Pesawat Garuda GA 461 mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda sesuai jadwal pukul 17.05 hari Jum&#8217;at 10 Oktober 2008, masih terasa terik di tanah rencong pada jam itu. Setelah keluar dari area bandara tidak aku sangka banyak orang di jalan-jalan ada yang naik sepeda motor tapi lebih banyak lagi yang bersama-sama naik truk.  Ribuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/10/banda-1blog.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-174" style="border: 1px solid black; margin: 3px; float: left;" title="banda-1blog" src="http://bimo.sabak.org/wp-content/uploads/2008/10/banda-1blog.jpg" alt="" width="310" height="344" /></a>Pesawat Garuda GA 461 mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda sesuai jadwal pukul 17.05 hari Jum&#8217;at 10 Oktober 2008, masih terasa terik di tanah rencong pada jam itu. Setelah keluar dari area bandara tidak aku sangka banyak orang di jalan-jalan ada yang naik sepeda motor tapi lebih banyak lagi yang bersama-sama naik truk.  Ribuan orang berduyun-duyun datang ke kota Banda Aceh dari segala penjuru, aku heran sampai segitunya masyarakat menyambutku datang ke kota Banda Aceh dengan begitu heroiknya. Wah aku sampai gak enak dengan warga Aceh yang menyambutku melebihi seorang presiden. &#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Bang,&#8230;.Bang,&#8230;&#8230; bangun sudah sampai rumah niy&#8230;&#8230;..&#8221; Hah ternyata aku ketiduran dan bermimpi dalam perjalanan dari bandara Sultan Iskandar Muda sampai tempat kos ku, ternyata ribuan orang yang datang dari segala pelosok bukan untuk menyambutku, tetapi menyambut dr. Tengku Hasan Muhammad Di Tiro tokoh nomor satu yang paling disegani di Aceh. Padahal aku sudah kebacut Ge Er jee&#8230;&#8230; ketika disambut seperti itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimo.sabak.org/?feed=rss2&amp;p=173</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
