Setelah dibejek 3 bulan nyaris tanpa henti dan menempuh hampir 1500 km, akhirnya my Tjap Bekitjotku istirahat selama 3 bulan. Bukan karena harus “Bed Rest”, tetapi karena my Tjap Bekitjotku harus tinggal di rumah, tidak bisa mengikutiku tugas di luar kota. 3 bulan sebenarnya adalah waktu yg terlalu lama untuk istirahat, meninggalkan beberapa even penting salah satunya KMPK Fun Bike (Oktober), Dinkes Fun Bike (Hari Kesehatah Nasional, November) bahkan event yang bersejarah di Jogja dengan “Launching Sego Segawe” (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) tanggal 13 Oktober besok, sayang ya.
Andaikan aku punya Seli, pasti aku bawa mengikuti tugas. Kasihan Tjap Bekitjotku kalau aku bawa, takut jadi “Bekitjot Penyet” kalo masuk cargo. Apa aku pasang “plang” menerima sumbangan Seli aja ya…, barangkali ada yang mau kasih hibah seli di sini. Eh kemarin aku sempat lihat 2 orang naik sepeda SNR-an disini. Jadi kangen genjot……hiks….. Walaupun aku disini tidak pakai sepeda, tapi aku tetap mengobarkan semangat untuk menyebarkan “virus” bersepeda
October 11th, 2008 | Category: CHSM Cyclist Community, Diary | Comments (1)
I Walk Alone
I walk alone on empty street
I walk alone, I walk alone
My shadow is only one walk on beside me …
Lagu di atas merupakan penggalan lirik dari lagunya Greenday “Walk Alone”. Aku suka dengan lagu-lagu macam begini yang terkadang menampar kesadaranku bahwa hidup di dunia yang pikuk ini terkadang aku merasa sendiri. Di saat seperti ini, keberadaan teman atau sahabat atau orang-orang terdekat kita sangatlah diperlukan. Ketika mendengarkan lagu ini, sering aku kemudian ber-imajinasi menjadi subyek lirik tersebut. Berjalan di sebuah boulevard yang penuh dengan pepohonan yang daunnya berguguran di waktu senja hampir menjemput malam. Aku berjalan sendirian hanya ditemani bayanganku yang ditingkahi angin nakal yang mengejek kesendirianku. Berjalan menuju ujung boulevard yang tidak tahu kapan habisnya, karena dari tempatku berjalan pelan ini, yang kelihatan hanyalah ujung cakrawala yang merah menyala bertemu dengan kelabunya ‘ujung bulevard’. Sungguh suatu bayangan yang terkadang sulit hilang dari anganku. Bahkan, di masa kanak-kanakku, aku selalui dihantui mimpi, di mana aku selalu berada di planet asing yang sepi dan aku terus berlari, terus berlari tanpa tahu mau kemana dan apa penyebab aku lari tunggang langgang. Mimpi ini selalu akan berakhir dengan terpuruknya aku di sebongkah batu besar dengan masih celingukan dengan nafas terengah-engah, yang membuatku terpulas di atas bongkahan batu itu.
Saat ini, kembali aku dengar lagu ini di sebuah warnet yang aku temukan setelah berpusing keliling kota kecil ini di hari week end dimana aku harus berada pada satu tempat yang jauh dari peradaban. Karena bingung harus mengirim laporan di hari libur week end ini, maka aku putuskan untuk mencari warnet dan melihat inbox emailku yang ternyata ribuan pesan masuk. Mendengar lagu ini pun, membuatku kembali memutar ulang perjalananku ke warnet ini. Di tengah pikuknya orang-orang bersiap mencari buah tangan untuk balik ke kota besar, justru aku dengan ditemani teduhnya suasana dikota kecil dan hembusan angin sore sepoi-sepoi, dan tentu saja bayanganku, berkeliling kota mencari warnet. Beberapa jalanan sepi, hanya di pusat kota saja yang ramai bahkan cenderung macet.
Merenungi makna kesendirian ini, di depan monitor di warnet yang sepi ini, justru bukan kesendirian dalam arti harafiah yang aku rasakan. Karena ketika serat optik ini mengirimkan sinyal dan merangkai piksel-piksel menjadi gambar dan kata yang terwujud dalam informasi dan pesan ke seluruh penjuru dunia maya ini, aku merasakan banyak ‘teman maya-ku’ yang berterbangan jungkir balik ke sana ke mari, menyapaku dan berbagi cerita. Justru kesendirian aku rasakan ketika aku benar-benar berada di dunia nyata, di tengah pikuknya dunia. Orang-orang yang hampir kehilangan rasa hidupnya dan ekspresi wajah yang datar. Sehingga dunia serasa sepiiiiiiiii banget.
Sebentar lagi aku akan kembali menapaki jalanan yang lengang ini. Dan kembali lirik ‘walk alone’ akan bergumam di mulutku dan anganku.
I walk alone on the empty street, my shadow is only walk on beside me…
From my lovely that day when we first time add our id
I Miss U……
September 23rd, 2008 | Category: Diary | Comments (2)

Tepat pukul 16.00 bendera start dikibarkan, dimulailah perjalanan “PMPK Buka Bersama Fun Bike 2008″ yang start dari FK UGM dan menempuh sekitar 10 Km dengan rute “psikologis” karena tidak terasa para genjoters telah menempuh 10,2 km. Mulai dari FK, Selokan, Peternakan, Perc Kanisius, RR Utara, Perempatan Kentungan, Perempatan RR Monjali, Jl Monjali, Jetis, Trus kembali lagi ke FK. dengan catatan waktu 64 menit, lumayan lah untuk keadaan puasa.
Sukses One Less Car………
September 22nd, 2008 | Category: CHSM Cyclist Community | Comments (2)
Hari Rabu tanggal 10 September jam 17.30 beberapa menit sebelum beduk buka puasa, my Tjap Bekitjotku sudah menempuh 1000 km pertama. 2 bulan yang lalu ketika aku memulai niat untuk berangkat dan pulang kerja naik sepeda. Aku ingat pertama kali aku rutin berangkat kerja naik sepeda yaitu tanggal 7 Juli 2008 sehari setelah reuni Perak SMA 7.
Setelah aku “berjuang” ngerakit “my Tjap Bekitjotku” aku mulai memakainya setiap hari ke kantor. Pada 1 minggu pertama memang terasa berat, siang-siang di kantor sudah terasa ngantuk karena capek, belum lagi baju kaos yg kita pakai utk berangkat sudah basah oleh keringat. Tapi setelah kita bisa menikmatinya barulah kita merasakan betapa enaknya bersepeda berangkat dan pulang kerja setiap hari. Bahkan sekarang kalo pulang kantor terkadang malah cari-cari jalan baru supaya lebih lama sepedaannya.


Belum lagi kalo mau tidur sepeda di lap dan habis itu dipelototin lama-lama. Eh omong-omong sepedamu namanya siapa? he..he..he..
September 17th, 2008 | Category: CHSM Cyclist Community, Diary | Comments (2)
Bertempat di rumah Mas Haryo di Jl. Brigjen Katamso sebelah RM Duta Minang, sore itu tepatnya hari Jum’at tanggal 5 September 2008, terlihat ramai baik di kamar tamu atau di halaman depan rumah. Puluhan sepeda tampak memenuhi halaman Rumah Prof. Dr. Suhardjo, MSi, SpM-K, dan terlihat angkringan yang sudah kita pesan sehingga bisa mengurangi kesibukan tuan rumah terutama dalam menyiapkan minuman buka puasa.
September 6th, 2008 | Category: Uncategorized | Leave a comment
Dimulai pukul 06.30 “B2W Day” di jalan P. Mangkubumi, 50 m selatan Tugu Jogja. Diawali dengan sambutan dari wakil B2W Chapter Jogja, kemudian sambutan dari Pemerintah Kota Jogja diwakili oleh Wakil Walikota Jogjakarta, kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para tokoh atau orang-orang yang berjasa terhadap penyebaran “virus” bersepeda di Jogjakarta.
B2W Day 2008 kali ini diikuti oleh ratusan penggemar/ pesepeda dari seluruh komunitas di Jogjakarta, mulai dari sepeda antik (onthel), choper, bmx, sepeda balap, off road, down hill, dll.
August 29th, 2008 | Category: Uncategorized | Leave a comment
MaTaHaRiKu
Saat hatiku berpendar…
Waktu mendesakku tuk berjalan cepat
Aktivitas menjeratku dalam kesibukannya
dan kebersamaan kita semakin memudar
oleh tuntutan dan tanggung jawab kehidupan kita
yang kian bertambah seiring waktu
Mungkin kita tidak dapat seperti dulu
melalui banyak waktu dalam kebersamaan
merangkai kejadian demi kejadian
yang mengisahkan awal perjalanan persahabatan kita
Namun tali persahabatan ini tetap berlanjut
walau tidak dalam kebersamaan setiap saat
kita saling berbagi rasa dan pikiran
di kala sedih
di kala bahagia
dalam waktu yang singkat
di dalam pengertian dan pengenalan satu sama lain
( from my lovely )
August 27th, 2008 | Category: Diary | Comments (2)

IKANED (Ikatan Keluarga Nederland) Fun Bike
Berlangsung hari Minggu 24 Agustus 2008 yang tujuan utamanya adalah mengumpulkan alumni-alumni yang pernah belajar atau
tinggal di Nederland khususnya yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya. “Round de Oude Stad…” yang artinya adalah putar-putar (keliling) kota, sambil melihat situs-situs peninggalan Belanda di Yogyakarta. Start dari gedung Karta Pustaka di Bintaran, istirahat di Bentara Budaya Kotabaru dan Finish di Hotel Mustokoweni Jetis. Sebenarnya rute yang dilalui tidak terlalu jauh, sekitar 7 km saja, tetapi sudah menambah wawasan tentang bangunan peninggalan Belanda dan fungsi aslinya dahulu di Jogja.
Sebenarnya ini bisa menjadi inspirasi bagi B2W Chapter Jogja untuk membuat paket-paket wisata sepeda baik Fun Bike ataupun SNR (Sepedaan Night Rider) untuk tamu-tamu B2W Chapter luar kota ketika berkunjung ke kota Jogja. Banyak tempat-tempat atau bangunan sejarah yang mempunyai nilai seni tinggi di Jogja, akan lebih berguna jika tempat-tempat tersebut bisa di eksploitasi dengan cara dikunjungi baik pagi, sore atau malam hari sambil bersepeda.
SELAMAT ULANG TAHUN BIKE TO WORK……..29 Agustus 2008
August 25th, 2008 | Category: CHSM Cyclist Community, Uncategorized | Leave a comment
Kehidupan adalah pilihan
Malam ini…..
Terang begitu indahnya rembulan
Walaupun tak seindah suasana hatiku
Meski begitu dingin
Menusuk sangat dingin dan dalam
Tapi aku tak peduli lagi
Malampun berlalu sombong
Hitam… sehingga tak terlihat lagi bayangan diriku
Dalam sepi yang mendalam
Malam ini……
Kutemukan arti kehidupan
Dalam kilauan beribu bintang
Jatuh dan bertaburan
Dilubuk hati
Terdengar tautan kata
Ternyata sepiku tak sendiri
Bertabur bintang
Bertabuh genderang kehidupan
Menyambut mentari terbangun
Menutupi kegelapan dengan keindahan
Seolah dia merenggut kebahagiaan malam
Jatuh aku tak sadarkan diri
Mimpiku terasa sepi
Khayalanku terjatuh dalam asa yang berkilauan
Mozaik dunia tak lagi bercermin
Dalam kasih ilahi
Hidupku ini…….
Menghampiri dan pergi
Tanpa bertanya satu patah katapun
Yang selama ini menghiasinya
Dengan gugus bintang dan intan permata dipelupuk mata hati
Dan………… Kehidupan adalah pilihan…………..
(from my lovely)
August 25th, 2008 | Category: Diary | Comments (1)
Saatnya Pergi
Bukan maksud hati ini
Untuk pergi
Meninggalkan kasihmu yang suci
Bukan jua inginku
Meninggalkanmu
Melupakanmu
Lukai hatimu
Sesungguhnya masih
Mencintaimu
Kini pun ku tertatih
Melupakanmu
Relakan saja aku pergi
Bersama hati dan memori
Mungkin harus begini
Kelak kau mengerti
(from my lovely di tengah kesedihan)
August 25th, 2008 | Category: Diary | Leave a comment